sehiruknya kepalaku
sepikuknya hatiku,
sejengkelnya tanganku
tak ada puisi cinta membana
apalagi bait-bait sair menggema
yang ada hanya marah
yang tampak cuma merah
yang terbayang hanya kesal
yang terucap hanya sebal
tak ada sapa saudara
tak ada canda merana
tak ada kata yang merdu
tak ada pula desah nafas yang rindu
ku berusaha bicara kebenaran
dengan imbalan kedengkian
tatapan mata tajam
suara hati yang kelam
sungguh aku marah
hari ini mataku merah
ku mengharap kejujuran
yang kuterima kebohongan
ku inginkan kedamaian
yang menghujan cacian dan hinaan
sampai kapan dunia bergolak
jika tak hasrat merubah watak
ya ALOH H H H H. . . . . . . . !
Dunia ini memang hina
tapi ku memohon
hatiku jangan kesana.
dunia sungguh kejam . . .
Moga lisanku mau terdiam
sungguh . . . aku hamba yang hina
mampu berupaya tak punya kuasa.
(dari suara jeritan hati)



































