beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai
selesai ya ?
Pendahuluan :
Kembali lagi dengan pengalaman pribadi saya dalam mengamati kehidupan
yang ada di sekitar saya, tanpa terkecuali mulai dari selimut butut ,
orang tua dan lain sebagainya, mudah mudahan apa yang saya tulis ini
benar bermanfaat bagi saya dan pembaca serta sahabat saudara dan orang
tua saya dan keluarga. Amin....
Latar Belakang :
Sudah lama saya menghadapa sesuatu yang kurang srek di hati terkait
dengan prilaku gegabah orang yang menurutku kurang begitu tahu sopan
santun atau kurang sadar diri , masalah sederhana saja , bagaimana aku
mau memberikan nasehat kepada orang yang tidak tahu dasarnya sopan
santun dan tatakrama , mengingat bahas soal adab untuk sampai sekarang
masih banyak yang menyatakan bahwa itu hanya fiktif atau sekedar
aturan yang muncul berdasarkan mitos , jadi sampai saat ini secara
pribadi , dalam menyikapi orang yang tidak sadar diri hanya satu yaitu
prinsip.
Arah Dan Tujuan :
Dengan catatan ini mudah mudahan kita semua di beri pengetahuan dan
tambahnya wawasan seputar ilmu kesopanan menjaga perasaan serta
melakukan sesuatu tanpa melupakan hak dan kewajiban.
Message:
Menjaga Kesopanan Hak Dan Kewajiban - berawal dari kejadian kecil yang
kurang menyenangkan di hati saya sedikit banyak mulai berkonsentrasi
untuk membongkar sebuah misteri bagaimana menyikapi orang yang memang
memiliki mental dasar ceroboh, sembrono dan kurang tanggung jawab
serta tidak mengerti aturan. Sederhana saja yaitu adanya sikap yang
menggambarkan pribadi kurang bisa tanggung jawab sebagai contoh adalah
ada seorang istri yang meminta uang belanja kepada seorang suami ,
ketika suami tidak punya uang lantas sang istri tinggal diam tanpa ada
tindakan.
Contoh di atas adalah kejadian kecil yang sering terjadi di rumah
tangga dan masih banyak lagi kejadian lainya yang jika di cermati
pasti ada kejanggalan dalam hubungan kerjasama membina rumah tangga.
Hak Kewajiban dan kesopanan - kisah istri yang tidak masak di atas
karena suami tidak memberikan uang belanja , bagi sebagian perempuan
mungkin itu di anggap benar, bagi sebagian lelaki mungki itu suatu
kesalahan . Di sini saya akan membuka sedikit tabir terkait hak
kewajiban dan kesopanan terkait contoh kecil di atas , adapun contoh
lainya mungkin beda tipis dalam menyelesaikanya .
Terlepas dari suami yang memang berwatak jahat atau memang istri yang
memang kurang paham kesitrianya atau latar belakang lainya, saya akan
menyampaikan hal normalnya saja. Jika dalam waktu senggang suami
melakukan sesuatu seimbang maka keputusan istri tidak masak karena
tidak di beri uang menurutku itu suatu kesalahan, kembali ke hak dan
kewajiban suami memang wajib menafkahi namun jangan lupa bahwa di bali
kewajiban sang suami juga ada hak untuk menuntut istri begitu pula
istri juga memiliki hak dan kewajiban kepada suami, jika kedua hal
tersebut di lakukan dengan kesopanan maka tak akan ada permasalah,
tapi jika hal tersebut di lakukan tanpa ada etika adab menuntut hak
dan kewajiban maka sulitlah kerja sama mebina rumah tangga itu di
ciptakan.
Mentang mentang di percaya masak terus sang istri nuntut perlengkapan
masak ini itu hal ini jelas termasuk menuntut hak yang kurang bagus,
mengingat walau bagaimanapun namanya memasak itu jadi kewajiban istri
sedang belanja adalah kewajiban suami, adakalanya istri sakit hingga
tidak bisa melakukan kewajibanya maka suami membantu menggugurkan
kewajiban istri plus belanja, begitu pula istri adakalanya suami tak
punya uang dan sudah berusaha namun tidak berhasil, maka istri
memabntu suami mencari belanja plus memasakan . Jika demikian adanya
maka masalah hak dan kewajiban bisa di lakukan seimbang, beda sekali
jika suami istri masing masing menuntut haknya dan melupakan
kewajibanya maka tidak menutup kemungkinan hari hari hanya akan
bentrokan dan berakhir dengan perceraian.
Sekali lagi bahasan di atas adalah gambaran kecil terkait hak dan
kewajiban suami istri, belum lagi bahas hak kewajiban orang tua anak,
pemimpin rakyat dll.
Kesopanan ibarat nyawa sebuah hubungan berjalan, secara singkat jika
menuntut hak dengan sopan dan melakukan kewajiban dengan tanggung
jawab maka hal itu baik, sebaliknya walau itu memang haknya dan sudah
menggugurkan apa yang jadi kewajibanya namu di lakukan dengan sok
berhak, sok sukses dan sok sok lainya mak akibatnya juga kurang baik,
cemburu sosial akan muncul gengsi membanjiri dampaknya terjadi
kesenggangan yang kurang bisa di jelaskan. Dan muncul konflik yang
tidak jelas ujung pangkalnya.


































