beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai
selesai ya ?
Pendahuluan :
Dalam hidup tak lepas dari sebuah hubungan sosial baik teman keluarga
saudara dan sahabat , sudah benarkah cara kita menjaga hubungan itu
Latar Belakang :
Dari perang batin antar teman yang di picu oleh kesalah pahaman dalam
menata dan meniti hubungan persahabatan pasca pernikahan
Arah Dan Tujuan :
Supaya memberi kesadaran bagi pembaca untuk mengerti dan memahami
bahwa sebenarnya hubungan teman sahabat dan saudara itu tidak bisa
putus cuma karena sudah menikah
Message:
Terus Bilang Iri Getu... - egois atau apa istilah ketika melihat
seseorang yang susah bersosial cuma karena alasan yang nyata nyata di
alami juga oleh orang lain , parah lagi jika orang tadi sok paling
susah sedunia, sok paling sukses di antara sesama di tambah lagi kalu
sudah terkean watak sok sibuk sok penting dan sok sok lainya di mana
intinya serba berlebihan alias lebay kata anak sekarang.
Terus apakah hal itu jadi masalah getu...!? Oh sudah pasti hal di
atas menjadi momok masalah sejak jaman kobil dan habil merebutkan
iklima, di mana intinya yaitu penyakit iri , terlepas secara pribadi
manusia itu memiliki hak masing masing tapi ingat satu hal apakah
kebijakan itu bisa di pertanggung jawabkan secara moral sosial bahkan
spiritual , walah kok serba Al al... Hahaha Aley kali ya.
Kembali ke Hp jangan ke laptop , karena ngetiknya ini pake laptop
sambil duduk merokok plus ngopi , bayangkan sendiri saja . Lanjut...
Cerita ada seorang yang dalam hidupnya selalu teraniaya, mulai dari
soal keluarga terlantar sampai gagal bercinta bahkan kerirpun bisa tak
bisa harus rela sirna , dari daftar kepahitan hidup, hancurnya hati
dan perasaan sayangnya orang ini masih hidup dan dengan hidupnya sudah
pasti semakin berat tanggunganya, ya kalau di pikir buat apa kita
hidup kalau cuma bikin susah diri sendiri apa ga lebih baik mati, toh
hidup juga ga bahagia aja , sayang hal ini di larang agama .
Kembali ke kisah orang susah tadi, hari hari semakin sulit, harta tak
ada keluarga tak punya pekerjaan juga sudah tak bisa, sementara jiwa
muda masih tertanam kuat di dalam fisik yang semakin renta, simpatisan
yang di bangun tak mampu berbuat banyak, ide pemikiran tak lebih hanya
lembaran kertas bertanda tangan yang di gantung di tembok atau di
selipkan tembok. Singkatnya orang ini gagal masalah keluarga, masalah
cinta dan masalah pekerjaan, tapi masih hidup.
Beda orang beda menyikapi masalah , semua terserah diri mereka masing
masing, tapi sebagai mahkluk sosial saya yakin di antara sekian banyak
manusia yang bingung memikirkan diri sendiri masih ada manusia yang
memiliki hati nurani, kasih sayang cinta dan rasa kebersamaan, mudah
di ajak diskusi, mudah di ajak kerja sama, bahkan ikut mencari solusi
keluar dari masalah. Siapakah dia ? Sahabat ...!
Sahabat mungkin keberadaanya lebih dekat dari saudara, bahkan orang
tua, sahabat lebih iklas dari anak kita lebih tulus dari istri kita,
mereka rela mencinta tanpa memiliki, mereka iku bersedih kala kita di
rundung masalah, mereka ikut tertawa ketika kita bahagia, bahkan
mereka ikut berfikir ketika kita terkena masalah , sahabat sejati
kekawatiranya terhadap kita lebih besar jadi jangan heran jika sahabat
lebih bawel dari ibu kita bahkan lebih cerewat dari istri kita dan
lebih menyebalkan dari anak kita, sahabat adalah saudara kita secara
rohaniyah jangan sekali menyakiti bahkan mengecewakan, dialah yang
akan mengenang kita ketika kita tiada lebih jauh bisa jadi sahabatlah
orang pertama yang akan menjadi saksi hidup kita, susah senang sahabat
lebih memahami dari pada manusia manapun .
Tanpa sahabat hidup ini sepi, tapi sayang banyak sekali orang tidak
mengerti tentang hal ini , dampaknya manusia pada hidup sendiri
sendiri puncaknya manusia susah menjalin kebersamaan, kerja sama dan
berkahir dengan perang dan persaingan cuma karena satu pemicu yaitu
ketika sahabat memiliki opini dan menasehati tapi malah kau tuduh IRI.


































