beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai
selesai ya ?
Pendahuluan :
BISMILAHIRROHMANIRHIM, dengan tulisan artikel ini semata-mata hanya
sebagai media belajar bersama dalam mempelajari ilmu nahwu,dan kami
ambil dari kitab jurumiyah,sebagai sumber dalam tulisan artikel kami.
Apabila dalam tulisan ini nanti, terdapat banyak kesalahan,itu semua
karena masih sangat kurangnya pendidikan dan pengetahuan kami,untuk
itu bagi para pembaca ataupun para sami'in kami mohon sekiranya sudi
meluruskan .lewat kotak komentar ataupun lewat email penulis. Untuk
para pemerhati kami ucapkan banyak-banyak terimakasih. . . !
Latar Belakang :
Mengingat internetan kini sudah memasyarakat baik pelajar,santri dan
bahkan masyarakat awampun sudah menggunakan internet.untuk itu kami
mencoba menulis dalam rangka belajar ilmu nahwu,agar lebih mudah dalam
mempelajari pengetahuan ilmu nahwu.
Arah Dan Tujuan :
Dengan tulisan artikel ini, semoga dapat memudahkan bagi para
pelajar,santri dan semua yang menginginkan belajar ilmu nahwu,semoga
bisa menambah ilmu dan wawasan tanpa harus bersusah-susah membuang
waktu ketempat pengajian karena keterbatasan waktu. Namun kami juga
menyarankan agar tetap berkonsultasi dengan para ahli dibidang ilmu
nahwu tersedia di tempat terdekat anda,agar nantinya tetap ada sanat
ilmu yang jelas serta bertanggung jawab.
Foto Terkait Artikel :
* File is attached: Bikin-situs-balita.jpg
Message:
empat iqrob menurut ngajine santri-empat macam iqrob menurut cara
ngajine poro santri ala tradisional
empat macam dari pembagian iqrob,yang akan kita bahas kali ini.
Diantaranya :
-iqrof rofak
-iqrof nasob
-iqrof jer dan
-iqrof jazem
dan semuanya mempunyai tanda sendiri-sendiri,yang membedakan antara
satu dengan satunya.
Dan akan kita bahas lain waktu dan kesempatan.
dari ke empat Iqrob itu bisa menempati
pada kalimah isim serta menempati pada kalimah pingil,sesuai dengan
posisi masing-masing,sehingga ketika kita membaca tulisan bisa
membedakan antara iqrob yang berasal dari kalimah isim serta kalimah
pingil,tanpa harus ada keraguan.
menurut para ahli nahwu,
iqrob yang bisa menempati pada kalimah isim yaitu:
iqrof rofak seperti contoh: ja a zaedun
iqrof nasob seperti contoh:roaetu zaedan
serta iqrob jer seperti contoh marortu bizaedin.
Sedangkan iqrob jazem tidak bisa menempati pada kalimah isim.
Jika ada kalimah isim ,yang huruf akirnya dibaca sukun /mati,itu bukan
berarti jazem,melainkan mati karena waqof.
ngajine poro santri ala tradisional ,iqrob yang menempati kalimah
pingil diantaranya: iqrob rofak,iqrof nasof,serta iqrof
jazem,sedangkan iqrof jer,tidak bisa menempati kalimah pingil.seperti
contoh:
zaedun yakrou,zaedun lay yakrou ,zaedun lam yahdhof.
dan ketika santri membaca kalimah isim yang huruf akirnya dibaca mati
itu bukan berarti jazem melainkan mati karena waqof,begitu juga ketika
kalimah pingil yang huruf akirnya dibaca kasroh bukan berarti iqrof
jer melainkan kasroh (lidafngiltiko issakinain) seperti contoh:lam
yakunilladhina.
Demikian penjelasan ini semoga ada manfaatnya.AMIIN. . !



































