jurusan apapun tak terbatas pada pendidikan formal saja seperti
sekolah dasar, sekolah menengah atas sampai perguruan tinggi tentunya
mengalami pengalaman yang tidak terlupakan yaitu menyelesaikan sebuah
tugas yang biasanya di sebut tugas akhir.
Jika pada lembaga pendidikan formal biasanya sebuah tugas akhir itu
bentuknya kurang lebih yaitu deretan pertanyaan yang harus di jawab
ada juga deretan tugas yang harus di selesaikan di mana cara
menyelsaikanya tak lebih dan tidak kurang hanya sebatas mengolah data
menjadi rangkaian kata, beruntung bagi mereka yang kurang cerdas tapi
mamiliki imaginasi tinggi tentu tugas tersebut bisa di selesaikan
dengan mudah . Paling...!
Beda sekali dengan lembaga pendidikan Normal , yang tidak bisa di
selesaikan hanya dengan mencentang Jawaban A atau B, dan tidak bisa di
tawar dengan makalah,skripsi hasil copy paste apalagi hanya dengan
menyodorkan tanda tangan dosen atau selembar gelar pendidikan. Inilah
bedanya pendidikan normal di banding pendidikan formal.
Kalau mencari gelar sarjana di lembaga pendidikan normal mungkin bisa
di tempuh paling lama 6 tahun, tapi kalau pendidikan normal waktu 50
tahun itu cukup bagi seseorang untuk lulus dari berbagai ujian .
Banyak jurusan di lembaga pendidikan formal tapi tak sebanyak
pendidikan normal, jika di pendidikan formal belum tentu ada fakultas
mlarat, fakultas frustasi, fakultas maling, fakultas ribut dan lain
sabagainya, namun pendidikan normal hampir semua jurusan ada bahkan
sampai jurusan yang belum di pikir oleh manusia.
Di antara banyak jurusan dalam pendidikan normal saya ambil contoh
adalah Fakultas Anti Miskin, sampai saat ini masih banyak sekali
mahasiswa yang tidak lulus dari satu fakultas ini bahkan sampai mati
juga masih belum lulus, lantas apa sih sebenarnya kok begitu sulitnya
untuk lulus dari Fakultas Anti Miskin ini.
Sekali lagi, seperti yang telah di utarakan di atas yaitu seorang
siswa itu di katakan lulus jika telah menyelesaikan tugas akhir yang
telah di tetapkan, selanjutnya apa sih tugas akhir dari fakultas Anti
miskin ini ? fakultas anti miskin hanya meluluskan mereka yang sudah
tidak menggantungkan hidupnya pada materi dalam arti bukan tidak butuh
makan dan minum tempat tinggal dan lain sebagainya, tapi orang yang
tidak terikat apapun untuk melakukan sesuatu, istilah mudahnya adalah
orang yang serba bisa memanfaatkan potensinya untuk memenuhi kebutuhan
dirinya. Dialah sarjana lulusan anti miskin sejati.


































