dengan baik agar tumbuh dengan baik pula. Dalam hidup dan kehidupan
manusia, terdapat tiga fase kepribadian: fase taklid, fase seleksi,
dan fase inovasi. Dalam tulisan ini hanya akan dibahas fase taklid
saja.
Fase taklid adalah fase meniru orang lain, memakai kepribadian orang
lain, dan berlaku meniru perilaku orang lain. Munculnya taklid karena
tumbuh rasa kagum, bergantung, dan kecenderungan yang sangat kuat
dalam diri seseorang. Sikap taklid sering kali membawa orang meniru
gerakan, suara, pakaian, gaya hidup dan lainnya. Padahal ini tanpa
disadari merupakan pembunuhan secara paksa terhadap karakter dan sifat
diri sendiri.
Mereka yang taklid sebenarnya sangat menderita karena melakukan
sesuatu yang berseberangan dengan kecenderungan mereka sendiri,
terlebih bila tak punya biaya untuk menyempurnakan taklidnya. Alangkah
kasihan dan menyedihkan. Mereka yang memaksakan gaya hidupnya sama
dengan orang lain, memaksakan modenya sama dengan mode orang lain,
memaksakan karakternya sama dengan karakter orang lain, tanpa
memikirkan kadar kemampuan pribadi.
Betapa indah seandainya yang ditaklid itu adalah hal-hal terpuji yang
akan memperkaya usia hidup dan akan mengangkat status sosial serta
derajat disisi Tuhan, yang tentunya sesuai dengan kadar kemampuan.
Misalnya, taklid dalam ilmu pengetahuan, kedermawanan, ketaatan dan
lain sebagainya. Namun tren masa kini jauh dari pertimbangan yang
demikian, dan cenderung menjerumuskan.
Anda adalah makhluk yang unik. Anda akan dikenal lewat kemampuan dan
sifat anda sendiri. Rangkai kepribadian anda sendiri, pupuklah dan
biarkan tumbuh serta berkembang, syukur bila anda bisa menularkan yang
positif pada mereka yang membutuhkan.



































