menyayat hati
menderu memuja
menusuk jiwa
hati yang pilu
menderu tersedu-sedu
yang dicinta
pergi entah kemana
takbir haji menusuk hati
malam terus berdiri
air mata mengalir dipipi
teringat dijauh menyepi
takbir hari menyayat jiwa
ada rasa gembira membara
terpendam dalam malam yang memuja
hari malam menyelam kelam
takbir menggema mendalam
menusuk jiwa yang dalam
terlelap sekejab mata terpejam
genderang subuh riuh gemuruh
menatap hari esuk yang penuh keluh
meniti hari yang terus berlari
mencari cinta penenang jiwa.
takbir haji terus memuji
memuja kebesaran ilahi
sbagai bekal menatap dunia
isuk hari jalan slalu terbuka


































