yang berkalungkan dosa
bertasbihkan derita
aku adalah hamba sahaya
yang terlahirkan didunia
karena pertanggung jawaban dosa
hamba sahaya kecil berselimutkan duri
penderitaan yang harus kujalani
di tengah-tengah gemerlapnya duniawi
aku adalah hamba sahaya
mulai belajar berjalan
jatuh bangun terus berjalan
walau derita telah menunggu didepan
hamba sahaya menginjak dewasa
tanpa kasih sayang kedua orang tua,
hanya wanita tua renta
tumpuan jiwa
keseharian hamba sahaya,
yang berbajukan derita
bercelanakan cacian teman sebaya
kini sang derita merajut cinta
ingin membangun mahligai keluarga
dengan gadis impian belahan jiwa.
pemilik rompi derita terus berusaha
membangun keluarga yang bahagia
dia berjuang memutus mata rantai derita
agar kelak warisan dosa kedua orang tuanya
tidak terulang karenanya yang memilih bercerai keduanya
aku hamba sahaya
yang bersujud bersajadahkan sisa-sisa noda.
Tuk mengharap ampunan yang maha kuasa
agar kelak ketika pergi
meninggalkan duniawi
tak kan membebani generasi belahan hati.



































