orang gembira,dan merupakan rizqi bagi semua orang ,lebih-lebih bagi
petani benih jabut di ngawi.
musim yang kita kenal di daerah non tropis saat ini ada empat musin yaitu :
1.musim semi.
2. Musim panas.
3. Musim gugur
4. Musim dingin
antara musim satu kemusim satunya akan terjadi fenomena alam yang menakjubkan.
lain halnya di daerah tropis,yang ada hanya musim kemarau sama musim hujan.
Ketika musim kemarau semua semua kering kerontang,tanah pada nelo
(pecah) tanaman layu,rerumputan pada garing,air sumberpun menyusut
bahkan bisa hilang sama sekali.
Dan ketika musim hujan tiba,seakan kembalilah semua kehidupan,yang
semula rerumputan pada kering, pada mulai menghijau,
sumber air yang dulunya menyusut berangsur -angsur tambah dan
normal.yang dulunya tanah pada nelo/pecah ,sedikit demi sedikit pada
kembali seperti semula.
itulah bukti hujan sebagai anugrah TUHAN.
Semua kehidupan menyambut dengan suka gembira ria. Sampai-sampai
kodokpun bernyanyi dikala turun hujan.dan para petani mulai
aktifitasnya disawah dan ladang kembali menanam berbagai tanaman
penunjang kehidupan.intinya hujan adalah rizqi bagi kehidupan seluruh
alam
Dan yang paling berbahagia adalah para petani benih jabut,dari
berbagai macam benih yang ditanam dipesemaian ada benih lombok,benih
terong ,benih tomat.benih jeruk dan sebagainya.dan benih lombok
sendiri ada lombok kecil/impling dan lombok kriting /besar.
kebahagian itu juga dirasakan para petani benih jabut yang ada
ngawi,yaitu desa sulursewu kecamatan paron.gimana tidak,dengan turunya
hujan berarti datangnya risqi.
Ketika hujan datang,semua berbondong -bondong kepasar menjual
pesemaian benih jabut.



































