kini di kenala dengan istilah air dan makanan dalam kemasan, istilah
kemas berarti bungkusan yang fungsinya adalah untuk menutupi sesuatu
yang memang perlu untuk di kemas demi keindahan, keamanan atau
keduanya. Jika barang kemasan mungkin kita sudah biasa tahu , lantas
bagaimana jika yang di kemas itu adalah perbuatan atau prilaku.
" Gaya " orang mengatakan, istilah ini di kalangan orang umum identik
dengan prilaku munafik , bergaya gini biar di katakan begitu, baik
ucapan, pakaian bahkan tindakan. Gaya dan kemasan hampir sama, tapi
kemasan lebih rapi karena kemasan dalam prilaku cenderung lebih
terencana bilang di banding dengan gaya semata, jika gaya masih ada
kemungkinan hal itu karena keadaan , misalnya gaya susah biar dapat
simpati, gaya miskin biar mudah cari hutangan, gaya soleh atau solehah
biar dapat sanjungan dan gaya imut biar terkesan jadi orang yang
kaya,manja dan wow getu...
Adapun kemasan itu lebih terencana, karena dalam melakukan sudah
pasti ada faktor latar belakang serta tujuan dan harapan, misalnya ada
orang yang memiliki latar belakang buruk, kemudian ingin mendapatkan
pengakuan baik, biasanya orang tadi cenderung sok membaik baikan
tingkah lakunya, singkatnya soleh/solehah karbitan, tandanya adalah
pada seberapa lama dia mampu melakukan perbuatan baik itu dan seberapa
kuat dia melakukanya di lain tempat dan waktu.
Kejahatan dalam kebaikan, sudah menjadi proyek yang di bangun oleh
manusia yang memang memiliki watak dasar jahat, biasanya di lakukan
oleh orang yang suka populeritas, gila sanjungan dan mania senag
senang, kurang tanggung jawab dengan apa yang telah di lakukan.
Tanda kalau ada kejahatan di balik kebaikan adalah :
1. Orang tadi tidak mampu mendiskripsikan arah dan tujuan apa yang dia lakukan.
2. Punya tujuan tapi tidak punya tanggung jawab.
3. Suka berbelok arah ketika ada kesempatan berbelok.
Jika kita menemui hal seperti itu ada baiknya kita hati hati saja,


































