jabut ternyata bisa sebagai penunjang kebutuhan sehari-hari.
seperti yang dilakukan para petani di desa sulur sewu,kecamatan paron
kabupaten ngawi jawa timur,dari musim kemusim semakin banyak diminati.
Bahkan tak jarang dari luar daerah ngawi sendiri.
Benih lombok kemasan kini sudah banyak tersedia ditoko-toko pertanian
, walaupun harganya sedikit mahalan. begitu juga jenis dan merknya
juga banyak di pasarkan,tinggal milih mana yang mau ditanam.
Berbeda lagi dengan benih lombok jabut yang ada di desa
sulursewu,kecamatan paron kabupaten ngawi,benih yang akan ditabur
biasanya beli lombok merah dari pasar,milih sesuai jenis yang
diinginkan . lebih murah,dan benihnya tidak campur. lalu dikeringkan
dan diremet-remet dengan tangan,setelah kulitnya pecah semua. baru
ditapeni dengan tampah untuk memisahkan biji dengan kulitnya,tinggal
nabur di pesemaian yang sudah dipersiapkan sebelumnya,seperti yang
dilakukan mbah kosiyah warga setempat yang sudah 30 tahun menekuni
benih lombok jabut.
Tinggal menyirami pagi dan sore sebelum tumbuh menjadi kecambah,dan
tinggal sore saja sampai siap dijual.
Ketika musim penghujan mulai turun,para warga ramai-ramai keberbagai
pasar untuk menjual benih lombok jabut yang telah dirawat lebih dari
satu bulan.termasuk mbah kosiyah yang keseharianya mangkal di pasar
kendal dengan ratusan until (1 until =10 batang) benih lombok
jabut,dan ternyata peminatnya sampai di luar kota ngawi ,seperti
magetan,madiun, bojonegoro ,sragen. Dan terkadang banyak juga yang
memborong langsung datang kerumah,sekalian bisa milih sesuai besar
kecilnya benih.



































