mudah di gunakan oleh siapa saja dan kapan saja dengan biaya murah
sejak itulah banyak bermunculan para penulisa lepas yang mungkin
selama ini ide idenya terkekang dan terpenjara oleh status
sosial,ekonomi dan pendidikan.
Jika dulu sebelum ada internet mungkin hanya beberapa gelintir orang
saja yang bisa mempublikasikan ide pemikiranya di buku, media massa
dll, dampaknya orang yang terbatas sarana dan prasarana hanya bisa
jadi pembaca dan pengguna saja dan tidak lebih, fatalnya lagi orang
yang terpenjara keadaan tadi di paksa membeli karya orang lain yang
mengatasnamakan kurikuluk pendidikan , memprihatinkan...!
Di jaman sekarang hal itu bisa sedikit di kurangi, dimana dengan
adanya internet khususnya dan adanya media blogging tentunya maka
semua orang bisa menuliskan ide dan pengetahuanya untuk di
publikasikan ke orang banyak, dan dengan adanya artikel artikel
tersebut maka sebenarnya bisa mengurangi anggaran membeli buku tanpa
mengurangi wawasan dan wacana ilmu, bahkan hal ini lebih banyak
menambah ilmu dari pada sekedar buku pelajaran.
Namun hal yang demikian bukan berarti tanpa resiko, mengingat dengan
adanya kebebasan menulis tadi tentu banyak penulis lepas dan pemikir
bebas yang latar belkangnya tidak jelas, dalam arti bisa saja dengan
kebebasan menulis tadi akan muncul para penulis yang hanya menambah
runyamnya masalah, seperti penulis provokatif, cerita dewasa dan
lainya yang sudah pasti berdampak kurang baik pada pembacanya.
Dunia ini memang berpasang pasangan ada siang ada malam ada baik dan
buruk semuanya lahir beriringan, termasuk dalam memanfaatkan internet
sebagai media penulisan, sudah pasti ada penulis aliran putih dan
penulis aliran hitam, sebagai paham aliran putih saya menyarankan pada
para penulis lepas dan pemikir bebas untuk menulis sebanyak banyaknya
hal yang positif yang mendukung pendidikan , pengetahuan dan
kebudayaan yang memiliki atau mengajak ke arah hidup yang mapan dan
bermanfaaat bagi nusa bangsa dan agama. Jangan menulis cerita dewas,
menulis yang bermuatan sara karena itu tidak baik.



































