lokasi artikel induk ayam putih tadi, di mana saya sudah ingin
berpamitan untuk makan siang dan istrirahat , walau mata ngantuk perut
juga lapar tapi masih enggan beranjak dari tempat duduk , ku angan
angan apa ya yang kurang , eh ternyata aku belum mandi.
Ngerasa belum mandi akhirnya aku coba jalan kekamar mandi, aku lihat
bak mandi kering dan aku coba nyalakan pompa air ternyata air sumber
tidak mengalir. Akhirnya tidak jadi mandi dan baru teringat bahwa
musim kemarau tahun ini sangat parah sekali , panas banget ,kekeringan
di mana mana.
Sejenak memandang ke depan di samping kandang ayam , kaget waktu aku
lihat di atas kandang ada payung jadul berwarna merah. Sangat jelek
sekali payung ini, walau layar pelindungnya masih bagus tapi jeruji
penyangganya ada yang patah serta sudah karatan.
Seperti ingin mengintrogasi saja kenapa payung ini bisa berada di
atas kandang ayam, bukankah payung ini walaupun jelek suatu saat musim
penghujan pasti ada gunanya. Timbang di timbang sedkit berangan
ternyata aku menemukan satu kesimpulan bahwa payung itu tidak hanya
untuk berlindung dari air hujan tapi dari panas juga.
Kembali ke kisah ayam betina dan anaknya tadi, sebenarnya payung
merah itu di buat untuk melindungi ayam dari panasnya matahari ,
berhubung sekarang ayam putih dan anak anaknya sudah bisa berjalan
bahkan bisa mencari makan , maka ayam di lepaskan , sekarang tinggal
payung yang ada di atas kandang.


































