alun alun ngawi tempo hari waktu saya jalan jalan santai sore hari,
walau kurang detail dalam saya menulisnya karena kurang bahan serta
tidak adanya wawancara langsung, tapi saya berharap kisah cinta tukang
parkir ini bisa sedikit memberi inspirasi dan motivasi , syukur syuku
menyempatkan diri untuk menemui pelaku yang saya ceritakan ini.
Jika anda pergi ke alun alun ngawi, maka anda akan menemui dua pohon
beringin di tengah tengahnya, satu sebelah barat dan satu sebelah
timur. Selanjutnya untuk mengetahui pelaku dalam kisah ini silahkan
anda mampir sambil duduk santai di warung kopi sekitar ringin tadi.
Jangan lupa parkirlah kendaraan tepat di sekitar ringin tadi.
Duduklah dengan santai di sana, lalu amati sekitar parkiran sepeda
anda, nah jika nanti ada orang mengambil sepeda maka akan ada orang
parkir yang akan muncul dengan wajah kusam dan baju kumal sambil bawa
sumpritan. Dialah pelaku cinta yang saya maksud.
Kisah sedikit yang pernah saya lihat sendiri yaitu saat saya diam
diam mengikuti , ternyata tukang parkir tadi memiliki bersama dengan
seorang wanita yang berprofesi sebagai pengemis, ada beberapa patah
kata yang sempat aku dengar dari komunikasi dua orang ini, > Mas saya
lapar , kemudian lelaki tadi menjawab , duduklah di sini , sebentar
aku cari makan. Tidak berapa lama lelaki tadi lalu meniup sumpritan
untuk kemudian mencarikan jalan bagi kendaraan yang keluar dari
parkiran di bawah ringin tadi, setelah tugasnya selesai kemudian di
minta uang sebagai imbalan, saya lihat di setiap jasa yang dia berikan
dia mendpata sekitar 500 rupiah. Setelah beberapa kali melakukan hal
tersebut dan kira kira uang sudah di rasa cukup kemudian lelaki tadi
mendatangi seorang wanita tadi, dengan nada gembira lelaki tadi
berkata, ini yank ada 5000 hasil dari parkiran tadi, cepat buat cari
makan.
Singkat cerita wanita tadi langsung berangkat cari makan dan lelaki
tadi duduk istrirahat .


































