kita masih banyak kita jumpai,ataupun yang menggunakan alat
ini,terutama di pedesaan-pedesaan .GEJROH yaitu, alat untuk menumbuk
padi menjadi menjadi beras,ataupun beras menjadi tepung,kopi menjadi
bubuk,dan bisa juga untuk membuat jamu tradisional.disamping nama
gejroh ada juga yang menyebutnya : lumpang /lesung/selep
tradisional.Karena banyak gunanya inilah dulu semua orang pada punya
sendiri-sendiri,paling tidak satu keluarga besar punya yang namanya
lesung beserta alu (alat tumbuknya).Seiring kemajuan zaman,dan semakin
tambah kerepotan orang,akirnya mencari yang
praktis,(mudah,cepat,bersih). posisi gejroh sendiri akirnya semakin
tergusur,dengan adanya alat-alat modern,seperti selep,ada selep gabah
menjadi beras,selep beras menjadi tepung ,selep kopi menjadi
bubuk,selep delai menjadi bahan tahu.Walaupun sebenarnya ada
kekuranganya juga, yaitu nambah pengeluaran untuk ongkosnya.dan
ternyata usaha selep sendiri,memang masih menjanjikan,katakan sekali
nyelep per satu kilo kopi , ongkosnya 2000 rupiah.Andaikata satu hari
nyelep 100 kg kopi berarti 200 ribu di tangan kita.itulah sekelumit
pengalaman,pengakuan dari tukang selep kopi.



































