ngawi yang kerepotan menghadapi angin musim kemarau , saya amati
banyak sekali layar dan tikar berterbangan di tambah dengan debu dan
dedaunan.
Selagi santai sambil menikmati kopi saya melihat sudah ada 4 warung
yang layarnya berkelebat terkena angin kencang. Mataku sendiri juga
sempat kelilipan .
Suasana masih rame , penjual kaset menjadi hiburan gratis alun alun
ngawi , lapangan terbuka terasa jadi discotik , tidak perduli angin
kencang tak perduli debu terbang tak perduli warung tetangga
berhamburan pkok goyang terus.



































