Jika hidup hanya berdasarkan pemikiran dan hanya berdasar apa yang kita inginkan dan standar apa yang kita pandang rasanya hidup ini akan jadi semakin aneh saja, bisa bisa ada orang gila dan tidak waras gara gara cita citanya untuk makan gunung dan minum air laut,atau pingin punya kekasih secantik atau seganteng artis, pingin kaya raya yang serba di tunggu bantuanya oleh siapa saja. mengapa demikian? dengan berpedomana bahwa apa yang pikirkan dan apa yang di inginkan harus jadi kenyataan dan melupakan bahwa di dunia ini ada yang mengatur dan menentukan apa ga stres tuh orang nantinya.
Sekedar Bukti Ketulusan Adanya Memberi Kesempatan, adalah berusaha hidup yang tulus iklas dengan cara menggunakan kesempatan yang ada, bukan diam diri tanpa ada kegiatan dan pekerjaan tanpa pilihan tapi harus di tentukan bukan borongan, jika saja mau berifikir tentunya sangat mudah membangun sebuah ketulusan dan keikhlasan yang susah adalah mempertahankan ketulusan dan keiklasan ketika segala sesuatu di tuntut untuk memiliki sifat kesabaran. Bisa saja kali ini kita melakukan sesuatu dengan senang hati dan semangat yang membara tapi mampu bertahankah semangat tadi di kemudian hari , setahu saya tidak. Banyak bukti bahwa ketulusan dan keilkasan di luar kesadaran itu kwalitasnya kurang bisa di pertanggung jawabkan, contoh saja saya menulis artikel ini dan mengelola blog ini mungkin dalam waktu dekat semangat saya menulis akan hilang hancur dan tidak tentu arah itulah ketulusan yang kurang berkesinambungan.
Kesempatan kadang jadi rebutan , berbagai carapun di lakukan demi mendapatkan kesempatan jadi presiden, kesempatan kaya, kesempatan apa saja, tapi jarang orang mau memberi kesempatan untuk dirinya supaya tulus adanya.


































